Agustus Kelabu

Assalamualaikum, selamat sore para pembaca blog! wow, sudah berapa lama ya gue gak menulis di blog ini. setelah hasil memblogwalking orang-orang akhirnya timbullah keinginan untuk mengeblog lagi. maklum, namanya juga anak muda penuh dengan kesibukan dan kelabilan, jadinya gak bisa konsisten untuk bisa mempost di blog (apa bahkan hubungannya)

Ini adalah post gue yang pertama dibulan september. ada apa dengan bulan september ini? dibulan ini banyak hal yang terjadi baik di kehidupan perkuliahan dan keluarga. ada cerita menyedihkan dan ada pula cerita menyenangkan yang ingin dicurahkan, apa daya ingatan gue beda-beda tipis sama orang tua. gara-gara udah lama dan gapernah ngepost jadi udah lupa euy.

hmm.. dibulan kemarin, agustus, Yangti (Eyang Putri) gue, telah beristirahat dengan tenang. Innalillahiwainnailayhirajiun. telah wafat setelah perjuangan keras melawan penyakit yang menyerang paru-parunya setelah sekian lama. ini adalah momen paling menyedihkan dalam hidup gue. beneran. gue bener-bener terpukul dan gak menyangka yangti wafat secepat itu.

Gue sangat dekat dengan yangti, karena keluarga gue memang tinggal bersama yangti semenjak dahulu, semenjak awal. maka dari itu sejak kecil, selain orang tua, yangti lah yang berjasa buat mendidik dan mengajarkan kehidupan ke gue. Yangti gue memang bukan orang yang sempurna. punya banyak kelebihan, dan banyak pula kekurangan. tapi justru itulah yang membuat gue semakin sedih saat sadar dia telah tiada. gue kangen ngobrol-ngobrol dan bercanda lagi sama yangti, gue kangen pula diingetin dan dimarahin sama yangti. pokoknya semua-muanya. begitu banyak momen berharga yang gue kenang dan gue jadikan pelajaran, gak terhitung.

Ceritanya, pada saat libur lebaran yangti keadaannya mulai drop. puncaknya adalah pada saat lebaran, mungkin karena kelelahan, hingga saat itu beliau tampak tidak sadar lingkungan sekitarnya. Saat itu, yangti telah dibawa ke rumah sakit untuk mempercepat penyembuhannya.

nah setelah itu, hari-hari berlalu, dan liburan usai sehingga gue harus masuk kuliah, yaitu sekitar tanggal 27. gue inget banget tanggal 27 malemnya gue baca buku "say hello to dr.black jack" sampai tamat, menceritakan mengenai perjuangan nenek2 yang terkena penyakit kanker namun pada akhirnya wafat. gue terharu banget dan teringat akan yangti gue. mendoakan kesembuhan untuk beliau

sehari setelahnya yaitu tanggal 28 pagi, gue ditelpon orangtua untuk segera balik ke jakarta. sepertinya mereka terdengar panik. nah, saat itu pikiran aneh2 mulai berkeliaran di otak gue, segera saja gue istigfar, doa, dan menuju jakarta.

Yangti dirawat di RSPP, di ruang ICU (seinget gue). singkat cerita, hari itu yangti berpulang ke rahmatullah. wafat dengan tenang. disana seluruh keluarga besar gue berkumpul, menangis, berdoa, dan berharap yang terbaik untuk yangti. waktu seakan berjalan sangat lambat. gue juga cuma bisa terduduk diam, bersandar di dinding-dinding koridor ICU. Pakde, Bude, Orangtua gue berpelukkan dan merelakan kepergian beliau.

gue terdiam, menangis, dan gatau harus berbuat apa. dipikiran gue cuma, saat itu gue bisa melihat sosok yangti lagi, bayangan yangti lagi untuk sekali saja. pernah tau gak? kalau manusia itu didampingi oleh qori? yaitu jin yang bisa mengubah bentuk sama persis seperti manusia tersebut dan terkadang saat orang itu wafat dia menampakkan diri sebentar. disaat itu gue pengen ngeliat yangti, sekali lagi, sekali saja. entah itu bayangan atau apapun. saat orang-orang mulai keluar ruangan, gue masih terduduk.

------------------------------------------------

berikut tadi adalah potongan ceritanya, alhamdulillah saat ini gue bisa mengikhlaskan yangti dan mendoakan yangti terbaik untuk beliau. kematian memang momen yang sangat menyedihkan. kematian itu pasti tapi tiada yang mau bertemu, bahkan beririsan dengannya. dan ini adalah untuk pertama kalinya gue bener-bener merasakan kehilangan yang amat dalam.

Manusia adalah mahluk ciptaan Allah SWT dan semuanya pun akan kembali kepadanya. Manusia cuma bisa mengikhlaskan dan sadar bahwa kematian itu begitu dekat dengan mereka. Kematian tidak dapat dicegah, yang kita dapat cegah hanyalah diri kita mati dalam keadaan yang tidak diridhoi oleh Allah. Banyak-banyaklah beramal baik dan berprilaku terpuji. sadarlah kawan, dunia ini fana dan akhirat itu nyata :)


Efek Rumah Kaca - Desember
"selamat mendengarkan" 

0 komentar:

Posting Komentar